Rumah Atas Air oleh Mukmin Nantang

Rumah Atas Air, Jangan Musnahkan! Kau kata atas laut tidak sesuai dibina rumah-rumah. Berbahaya katamu. Dengan lembut kami kata, rumah atas air budaya turun-temurun nenek moyang kami. Tiba-tiba lagi kau kata laut ini milikmu. Kami tanya sejak bila? Kau kata sejak adanya sempadan sebuah negara, merdeka! Merdeka? Kauhalau kami, kaumusnahkanrumah-rumah kami, dibakardalamsenyap, dibongkardalamterang. Depan mata […]

Continue Reading

Akhirnya Aku Di Sini

  Akhirnya aku di sini dan aku menemukan kalian di mana-mana Di angin sunyi yang menyapa saat merenung kamar jendela dan pada dentingan jam gereja Mainz yang langsung menggamit rindu azan berkumandang   Akhirnya aku di sini dan aku menemukan redup mata ibuku di luas langit yang seiras lapang hatinya Di lampu berbalam-balam yang menerangi […]

Continue Reading

Sorga Cinta (Puisi)

Anak-anakku, Berimpian tinggilah, Meski kau di-anak tiri-kan, Di negara tumpah tanahnya darahmu. Anak-anakku, Bermimpi besarlah, Meski kau alik-alik dilalimi hakmu, Di wilayah asli kelahiranmu. Anak-anakku, Menari dan terus menarilah, Dengan se-picisan ilmu yang ayah-ibu benihkan kepada kalian. Anak-anakku, Bertawa dan teruslah menikmati sorga cinta, Yang ayah-ibu dan kalian cipta bersama, Meskipun hanya picisan. Ayah-ibu ingin […]

Continue Reading

‘Waktu Muda Tidak Menunggu’

Berbeza kaum, berbeza tujuan, berbeza jiwa Walaupun beribu kali ‘perbezaan’ ditimbulkan, kita masih mendiami dunia yang sama Kita mengagumi bulan yang sama, kita merasa terik mentari yang sama, kita bernafas sama udara pagi yang tercemar, atau kadangnya yang segar Kenapa tidak mengangkat persamaan, dan meraikan keunikan setiap pandangan kita Kamu mungkin tidak seperti aku, dan […]

Continue Reading